,
.
.

Kamis, 08 Maret 2012

Ilmuwan: Bulan, Penyebab Tenggelamnya Titanic

SAN ANTONIO, KOMPAS.com- Satu abad setelah bencana  Titanic, beberapa ilmuwan telah menemukan "pelaku yang tak terduga" atas tenggelamnya kapal itu. Si tersangka itu adalah Bulan.
Konfigurasi ini memaksimalkan kekuatan pasang naik oleh Bulan di semua samudra Bumi. Itu luar biasa.
Setiap orang yang mengetahui sejarah atau telah melihat film blockbuster mengenai kapal tersebut tahu bahwa penyebab kecelakaan kapal trans-Atlantik itu 100 tahun lalu adalah kapal menabrak gunung es.
"Namun, hubungan Bulan mungkin menjelaskan bagaimana sangat banyak gunung es berada di jalur Titanic," kata Donald Olson, ahli fisika di Texas State University yang tim ahli astronomi forensiknya meneliti peran Bulan.
Sejak Titanic tenggelam saat dini hari 15 April 1912, dan menewaskan 1.517 orang, para ilmuwan telah bertanya-tanya mengapa Kapten Edward Smith tampaknya mengabaikan peringatan bahwa gunung es berada di daerah tempat kapal itu berlayar.
Smith adalah kapten paling berpengalaman di White Star Liner dan telah berulangkali berlayar serta menjelajahi jalur laut Atlantik Utara. Ia telah diberi tugas untuk memimpin pelayaran perdana Titanic, karena ia adalah pelaut yang hati-hati dan punya pengetahuan.
Gunung es Greenland dengan jenis yang ditabrak Titanic biasanya terpancang di perairan dangkal Labrador dan Newfounland. "Karena besarnya, gunung es itu tak bisa terus bergerak ke arah utara sampai cukup mencair dan bisa mengapung lagi atau air pasang tinggi membebaskannya," kata Olson.
Jadi bagaimana demikian banyak gunung es telah mengambang sampai jauh ke selatan, sehingga gunung es tersebut bisa berada di jalur pelayaran di sebelah selatan Newfoundland pada malam itu?
Tim tersebut menyelidiki spekulasi oleh ahli oseanografi mendiang Fergus Wood bahwa sangat dekatnya Bulan pada Januari 1912 mungkin telah menimbulkan air pasang naik yang tinggi, sehingga lebih banyak gunung es daripada biasanya terpisah dari Greenland. Gunung es itu kemudian mengambang dan masih bertambah besar ke jalur pelayaran yang telah dipindah ke selatan akibat laporan mengenai gunung es.
Olson mengatakan, peristiwa "satu kali seumur hidup" terjadi pada 4 Januari 1912, ketika Bulan dan Matahari sedemikian rupa berada di jalur yang membuat daya tarik mereka saling memperkuat. Demikian laporan Reuters seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Rabu pagi ini.
Pada saat yang sama, Bulan berada pada jarak paling dekat dengan Bumi pada Januari itu --paling dekat dalam 1.400 tahun, dan peristiwa paling dekat tersebut terjadi dalam waktu enam menit Bulan purnama.
Di atas semua itu, Bumi juga berada pada jarak paling dekat dengan Matahari dalam satu tahun, sehari sebelumnya. "Konfigurasi ini memaksimalkan kekuatan pasang naik oleh Bulan di semua samudra Bumi," kata Olson. "Itu luar biasa."
Penelitian Olson menetapkan bahwa untuk sampai di jalur pelayaran pada pertengahan April, gunung es tersebut --yang ditabrak Titanic-- harus terpisah dari Greenland pada Januari 1912. "Gelombang pasang naik air laut yang disebabkan oleh gabungan aneh peristiwa astronomi itu mestinya cukup untuk melepaskan gunung es dan memberinya cukup kemampuan untuk mengapung dan mencapai jalur pelayaran pada April," katanya.
Tim Olson telah berusaha menggunakan pola gelombang untuk menetapkan secara pasti kapan Julius Caesar menyerbu Inggris dan membuktikan legenda bahwa Mary Selley diilhami oleh cahaya Bulan purnama melalui jendelanya untuk menulis kisah klasik Frankenstein.
Penelitian tim tersebut mengenai Titanic mungkin telah mendukung pendapat Kapten Smith --walaupun terlambat satu abad-- dengan memperlihatkan bahwa ia memiliki alasan kuat untuk bereaksi sedemikian tenang mengenai laporan tentang es di jalur pelayaran.
"Ia (Smith) tak memiliki alasan pada saat itu untuk percaya bahwa bongkahan es yang ia hadapi sangat banyak dan sangat besar, kata Olson. "Di dalam istilah astronomi, keanehan dari semua variabel ini  adalah, yah, astronomikal," katanya.
Penelitian itu akan disiarkan di majalah Sky & Telescope", terbitan April.

Sumber : Kompas.com

Begini Cara Kerja Kunyit Mencegah Pikun

Keberadaan kunyit sebagai bahan dasar untuk membuat bumbu makanan seperti kari, memang sudah tidak asing lagi. Tetapi sadarkah Anda bahwa kunyit juga menyimpan manfaat tersembunyi terutama dalam mencegah penyakit demensia atau pikun?

Ya, sebuah riset terbaru mengindikasikan, mengonsumsi kari secara rutin dapat mengurangi risiko mengembangkan kondisi kesehatan yang terkait dengan penuaan seperti demensia.

Para ahli dari Linkoping University, Swedia, menyarankan, memasukkan kari ke dalam menu harian sebanyak sekali atau dua kali dalam seminggu cukup untuk menurunkan kemungkinan seseorang menderita demensia di kemudian hari.  Peneliti berpendapat, kandungan tinggi kurkumin dalam kunyit berperan sangat penting dan merupakan agen utama yang mencegah terjadinya demensia.

Dalam risetnya, ilmuwan dari Swedia melakukan serangkaian percobaan ilmiah dan menguji manfaat potensial dari kurkumin pada lalat buah. Hasilnya sangat mengejutkan, karena ternyata lalat yang menerima beberapa dari kurkumin secara terus menerus memiliki usia hidup lebih lama (75 persen) ketimbang lalat yang tidak menerima pengobatan kurkumin.

Temuan ini dipublikasikan pada bulan Februari dalam journal PLoS One. Peneliti mengatakan bahwa temuan ini sekaligus menjadi penjelasan ilmiah mengapa risiko Alzheimer dan demensia sangat jarang terjadi di beberapa negara Asia.
Cara kerja
Para ilmuwan menggarisbawahi bahwa kurkumin tidak bisa memecah formasi plak amiloid - protein pada otak yang merusak sel saraf  - namun memainkan peran penting dalam mempercepat pembangunan serat saraf. Senyawa dalam kurkumin juga dipercaya para ahli dapat mengurangi pembentukan oligomer, molekul berukuran sedang yang terbentuk di dalam serat saraf yang berbahaya untuk sel-sel saraf.

Prof Per Hammarstrom, salah satu pemimpin studi, mengatakan, sebenarnya ada sejumlah teori yang menjelaskan soal bagaimana cara kerja oligomer sehingga dapat menyebabkan proses degeneratif pada otak. Salah satunya, misalnya, terjebaknya oligomer di dalam serabut saraf sehingga merusak rangsangan sinyal yang datang dari otak.

Akibatnya, rangsangan sinyal menjadi terhambat, dan disinilah kurkumin bekerja dengan memperbaiki proses ini. Hammarstrom menambahkan bahwa masih ada banyak lagi manfaat kesehatan yang diperoleh dari kurkumin termasuk meningkatkan fungsi sistem pencernaan, menurunkan risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung atau trombosis, serta sebagai obat penghilang rasa sakit

Sumber :KOMPAS.com 

Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa

Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia.
Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.
 
Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi.
Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.
 
Gereja Katolik dan Perkembangan Islam
 
Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)
 
Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. (2)
 
Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa
 
Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)
 
Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.
 
Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa
 
Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.
 
Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.
 
Bersatu pada Pijakan Bersama: "Monoteisme"
 
Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:
 
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran, 3: 64)
 
Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.
 
Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan
 
Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:
 
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)
 
Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.  Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:
 
Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)
 
… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)
 
Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)
 
Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)
 
Keadilan akan demikian  jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan
meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.  (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul
Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)
 
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur'an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.
 
Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.
 
Sumber : harun yahya.com

KEKUATAN SETAN ITU LEMAH

Adalah salah satu kebenaran yang penting yang tidak boleh dilupakan, bahwa Setan tidaklah merdeka dari ALLAH, ALLAH yang menciptakan setan dan dia di bawah perintahNya. Ia memusuhi dan melawan manusia.

Mereka yang berpikir bahwa setan memiliki kekuatan dan merdeka dari ALLAH adalah salah. Seperti orang yang mengira bahwa setan berupaya untuk melawan ALLAH (ALLAH melebihi semua ini). Faktanya, satu-satunya alasan setan tidak menginginkan manusia untuk hidup dalam agama ALLAH adalah karena ia tahu bahwa inilah caranya untuk dapat menghancurkan manusia. Lagipula setan pun diciptakan oleh ALLAH, dan melanjutkan keinginannya dari izin ALLAH. Ketika waktu izinnya telah usai maka ALLAH akan menempatkan mereka di neraka, untuk dihukum bersama dengan orang-orang yang lemah lainnya.

"Sungguh, Aku akan Memenuhi neraka Jahannam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya" (Surah Shad : 85)
Hal yang tidak boleh dilupakan adalah setan tidak memiliki kekuatan koersif bagi yang meyakininya, kekuatan setan hanya bisa berpengaruh oleh siapa saja yang ALLAH tentukan dan ciptakan untuk neraka.

Setan tidak bisa memanggil seorang pelayan yang telah ALLAH ciptakan sebagai yang meyakini untuk mengambil perilaku yang tidak bermoral. Dia hanya bisa membimbing si penganut untuk membuat kesalahan kecil sebagai ujian dalam hidup di dunia ini.Pengaruh setan hanya bisa berlaku bagi orang-orang yang memiliki penyakit di hatinya. Hal ini diungkapkan oleh Al-Quran sebagai berikut :
"Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal pada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan ALLAH" (Surah an-Nahl : 99 - 100)
Pada ayat lain disebutkan, bahwa pengikut tidak bisa didorong pada kelemahan setan :
"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai penjaga" (Surah al-Isra' : 65)
Karena setan juga merupakan ciptaan ALLAH, ada kebijaksanaan abadi atas kehadirannya seperti yang lainnya.

Sebagai contoh, faktanya adalah kelompok yang digiring ke neraka bersama setan, adalah satu faktor yang akan meningkatkan ketakwaan pada ALLAH untuk balasan di hari penghakiman dan kesenangan surga.


Kehadiran setan juga meyakinkan adanya kaum munafik yang ada diantara kita. Setan mengontrol orang-orang yang sakit ini dan bekerja untuknya. Walau begitu kaum munafik ini tidak bisa bersembunyi dari orang yang beriman. Orang yang beriman mampu mengidentifikasi orang-orang ini yang mencoba untuk berlabuh bersama mereka. Malah keyakinan dan ketakwaan dari orang yang beriman akan semakin meningkat dan menyadari kehadiran setan dan pengaruhnya pada kaum munafik, semenjak mereka tahu isi Al-Quran tentang ini :
"Dia (ALLAH) ingin Menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (al-Quran) itu benar dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, ALLAH Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." (Surah al - Hajj : 53-54)
Ini berarti merupakan pembersihan bagi komunitas yang beriman. Ini jugalah mengapa ALLAH memberikan waktu bagi setan. ALLAH menyatakan ini di  Al-Quran :
"Dan sungguh, iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang Mukmin. Dan tidak ada kekuasaan (iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat Membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat. Dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhan-mu Maha Memelihara segala sesuatu." (Surah Saba : 20-21)
Poin lain yang tidak diketahui bagi yang tidak beriman bahwa setan tidak memiliki kekuatan untuk menggerakan. dia hanya mengundang orang, jika orang tersebut memiliki penyakit di hatinya, maka mereka akan mendengarkan si setan, hal lain, setan tidak memiliki kekuatan untuk memaksa manusia, tapi dia tahu mana-mana saja manusia yang memujanya dan dalam kebutaan. Satu ayat yang menyatakan pengakuan setan ketika hari penghakiman tiba diungkapkan :
"Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan. "Sesungguhnya ALLAH telah Menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikannya kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu aku (dengan ALLAH) sejak dahulu." Sungguh orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih." (Surah Ibrahim : 22)

Sumber : harun yahya.com

KESEDERHANAAN ORANG-ORANG MU’MIN

Seperti yang kita pahami dari ayat, “ orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri” (al-Sajdah: 15), bahwa salah satu keadaan keimanan terpenting adalah kesederhanaan. Oleh karena itu, seperti yang dijelaskan ayat tersebut, mu’min itu selalu sederhana, menyadari bahwa Allah tidak akan mencintai siapapun yang sombong (al-Nisâ: 36).
“Adapun hamba-hamba Tuhan (Allah) yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, Salam.”(al-Furqan: 63)
Moralitas (akhlâq) Islam menuntut ketundukkan pada Allah, dan ketundukkan menuntut pengakuan atas kelemahan seseorang. Orang-orang mu’min, yang mengakui bahwa segalanya milik Allah dan bahwa dirinya lemah dan membutuhkanNya, juga akan bersikap sederhana terhadap hamba Allah yang beriman lainnya. Bersikap sombong bertentangan dengan keyakinan, dan Rasulullah saw.menyuruh orang-orang mu’min agar rendah hati dan memperlakukan sesama layaknya saudara, sebagaimana dalam hadits:
Janganlah saling iri, menaikkan harga sesuau kepada orang lain, saling membenci, saling berpaling, dan janganlah saling merendahkan harga jual, tetapi jadilah dirimu. Hai hamba-hamba Allah, bersaudaralah. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menindas maupun menjatuhkanya, membohongi atau mencelanya. Kesalehan ada di sini–Nabi saw. menunjuk dadanya tiga kali. Cukup jahat bagi seseorang yang memandang rendah (hina) saudaranya sesame Muslim.(H.R. Muslim)
Kesombongan dan kesederhanaan terlihat terutama pada hubungan manusia. Sikap iblis, sebagaimana diceritakan dalam Qur’ân, menjelaskannya dengan sangat baik. Iblis menolak bersujud pada Nabi Adam. Menyadari akan kemahabesaran Allah, tidak masuk akal baginya secara terang-terangan mengakui kebesaran Adam di atas Allah. Tetapi, menyakiti adalah kebanggannya. Kepada Nabi Adamlah iblis menunjukkan keangkuhan, dan dengan demikian menampakkan sikap pembangkangannya kepada Allah.
Oleh sebab itu, kesombongan yang merupakan dosa terhadap Allah, terlihat pada hubungan seseorang dengan yang lain, demikian pula dengan kesederhanaan. Orang-orang mu’min menunjukkan ketundukkan mereka pada Allah dengan bersikap sederhana terhadap hambaNya yang lain. Menyadari bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas sifat-sifat mereka, mereka bersyukur pada Allah, dan tidak pernah lupa bahwa Allah mungkin akan menariknya kembali kapanpun. Takut akan hukuman dari sang Pencipta dan Pemilik kekuasaan, mereka berlindung pada tak satupun selainNya. Ketundukan dan ketakutan orang-orang mu’min kepada Allah ini, diceritakan dalam ayat sebagai berikut:
“Katakanlah (Muhammad), “sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang dapat melindungimu dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain diriNya.”(al-Jinn: 22)

Sumber : Harun Yahya.Com

5 Kebiasaan Ngemil yang Tidak Membuat Gemuk


img
dok. Thinkstock

Jakarta - Sebagian besar orang menganggap bahwa ngemil itu tidak jauh-jauh dari makan gorengan, cokelat, roti, keripik atau cake. Oleh sebab itu, ngemil sering menjadi hal yang 'tabu' bagi mereka yang sedang menjalani diet.

Tapi sebenarnya mengonsumsi makanan ringan di sela-sela jam makan siang berguna agar tubuh mendapat asupan energi yang cukup dan bersemangat menjalani aktivitasnya seharian. Ngemil bisa memberi banyak dampak positif bagi tubuh asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Jika selama ini Anda selalu takut untuk mengudap makanan kecil, kini tak perlu khawatir karena ada cara ngemil yang efektif hilangkan rasa lapar tanpa membuat gemuk. Ini dia kebiasaan ngemil yang sehat, seperti dilansir Health Me Up.

1. Ngemil Sebelum dan Sesudah Olahraga
Ngemil yang sehat bisa diterapkan dengan mengonsumsi makanan ringan sebelum atau setelah berolahraga. Cara ini bagus untuk mengisi kembali energi yang terkuras dan memperbaiki jaringan otot.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal International; Nutrisi Olahraga dan Metabolisme, olahraga yang terlalu sering dapat mengurangi persediaan glukosa atau glikogen sebagai bahan bakar utama ketika berolahraga. Selain itu, American College of Sports Medicine dan American Dietetic Association menyarankan untuk memakan seporsi makanan berkarbohidrat, 30 menit setelah lelah berolahraga.

Berikut makanan ringan yang dapat dikonsumsi:

- Kacang almond, kaya protein dan hanya memiliki 170 kalori per cangkirnya.
- Bubur gandum, mempunyai tingkat kolesterol rendah dan dapat mengurangi risiko serangan jantung. Kalorinya hanya 110,3
- Susu cokelat. Para ahli mengatakan bahwa susu cokelat baik diminum setelah berolahraga.
- Sebelum olahraga, lebih baik konsumsi buah-buahan untuk menambah energi.

2. Saat Bekerja di Kantor
Makanan ringan yang sehat menjadi cara tepat untuk mengisi cairan yang hilang dari dalam tubuh. Makanan kecil juga dapat mengurangi stres karena terlalu banyak berpikir. Tapi perlu diingat, jangan memakan camilan di meja kerja. Luangkan waktu sebentar di pantry untuk ngemil.

Berikut ini makanan yang sehat dimakan saat di kantor:

- Yoghurt; sumber kalsium yang meningkatkan kekebalan tubuh, mengencangkan otot dan memberikan protein serta melancarkan pencernaan. Tambahkan kacang-kacangan atau buah.
- Almond. Kacang kecil ini mengandung lemak sehat dan 6 gram protein. Almond membantu menjaga daya tubuh Anda dalam waktu yang lebih lama.
- Energy bar adalah makanan yang dipadatkan menjadi bentuk batangan, contohnya tepung kedelai. 10 gram bar menghasilkan 190 kalori dan 12 gram protein.

3. Menjelang Tidur
Rasa lapar mendera ketika Anda beranjak tidur? Tidak perlu menahan rasa lapar itu, karena Anda tidak akan bisa nyenyak bila tidur dalam keadaan lapar.

Pilih menu camilan berikut ini yang 'aman' untuk dimakan saat malam hari:

- Sediakan dua tangkup roti gandum, satu irisan tomat dan mentimun dan sepotong daging ayam atau asap. Sandwich ini mengandung 175 kalori.
- Anda bisa buat salad buah atau buah-buahan segar. Untuk salad, gunakan dressing minyak zaitun dan balsamic vinegar; jangan saus thousand islands.
- Almond atau yoghurt.

4. Ngemil di Sore Hari
Biasanya sore hari adalah waktu di mana kita merasa lelah dan lesu. Anda dapat gunakan waktu ini untuk menyantap makanan ringan. Berikut ini ide untuk menyiapkan camilan sehat yang akan meningkatkan semangat Anda:

- Air kelapa muda
- Biskuit ditambah yoghurt
- Buah-buahan
- Kacang-kacangan
- Sandwich sehat dengan sayuran dan daging tanpa lemak
- Sup atau makanan berkaldu

5. Makanan Ringan Pilihan Setiap Waktu = Pisang
Buah pisang menjadi makanan ringan yang fleksibel dan menyehatkan. Buah ini membantu tubuh dalam pembakaran lemak, melancarkan pencernaan, serta menghaluskan makanan yang susah larut. Jika Anda termasuk orang yang aktif, Anda bisa memanfaatkan pisang sebagai makanan ringan yang bisa meningkatkan energi karena kaya vitamin C, kalium, vitamin B6, dan asam amino esensial.

Pisang dapat divariasikan pula ke dalam makanan penutup Anda, seperti dicampur dengan beberapa kacang almond atau dicampur yoghurt dengan dark chocolate.

Sumber : Detik Com

Senin, 05 Maret 2012

ini Dia yang Tidak Boleh Dikonsumsi Kebanyakan




img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
 

Jakarta - Makan berlebihan atau terlalu sedikit memang tidak baik bagi kesehatan. Mengonsumsi makanan yang baik seharusnya dalam taraf sedang. Beberapa jenis makanan bahkan justru berisiko bagi kesehatan jika terlalu sedikit atau terlalu banyak dimakan.

Seperti dilansir FoxNews, Selasa (6/3/2012), berikut adalah empat jenis makanan yang harus dikonsumsi oleh tubuh, tetapi tidak boleh terlalu banyak.

img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Daging olahan
Tak hanya enak, asupan protein dan lemak dalam daging olahan juga diperlukan oleh tubuh. Tapi, jangan jadikan produk daging olahan sebagai menu utama sehari-hari sebab konsumsi daging olahan berkaitan dengan risiko tinggi penyakit pankreas diabetes.

Daging merah olahan juga terbukti meningkatkan risiko kanker usus (kolorektal). Departemen Kesehatan Inggris menganjurkan warganya yang memakan lebih dari 90 gram atau 3,2 ons daging merah olahan agar mengurangi konsumsinya sampai 70 gram perhari.



img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Makanan instan
Banyak orang yang lebih memilih memasak makanan instan setelah seharian bekerja. Beberapa produk makanan ini kaya akan lemak, natrium, kalori, dan kandungan lain yang tidak cukup untuk memuaskan rasa lapar. Lihatlah kandungan nutrisi sebelum membeli untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai makanan. Jangan terpaku dengan gambar makanan dalam kemasan.



img
Soda

Soda mengandung banyak kalori dan gula tapi rendah gizinya. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkalori tinggi menyebabkan kenaikan berat badan yang memicu berbagai gangguan kesehatan lainnya seperti peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Soda diet tanpa kalori memiliki risiko kesehatan sendiri. Pemanis buatan masih menjadi kontroversial karena penelitian telah menemukan hubungan pemanis buatan dengan berbagai jenis kanker.



img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Makanan untuk diet
Produk rendah kalori untuk diet biasanya mengandung pemanis buatan seperti sukralosa, sorbitol dan aspartam. Bahan-bahan ini memang dapat mengurangi asupan kalori, tetapi beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bahan-bahan ini berdampak negatif pada sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan risiko kanker.

Jika ingin menurunkan berat badan, sadarilah bahwa bahwa sehat tidak selalu rendah kalori. Kacang-kacangan bagus untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, meski dapat menambah kalori dengan cepat.

 Sumber : Detik.Com

Jumat, 02 Maret 2012

DETIL YANG MENGEJUTKAN DARI MAKHLUK HIDUP YANG MAMPU MENANGKAP LISTRIK

DETIL YANG MENGEJUTKAN DARI MAKHLUK HIDUP YANG MAMPU MENANGKAP LISTRIK

Makhluk hidup memancarkan listrik dan juga panas. Mungkin sulit bagimu untuk merasakan listrik ini, karena udara menjadi penyekatnya. Sebuah pengantar lingkungan dan alat khusus diperlukan disini untuk bisa merasakan listrik. Air, pengantar alamiah dan beberapa makhluk yang hidup di air dan menggunakan aliran listrik pada tubuhnya adalah contoh dari ini. Makhluk hidup yang bisa mendeteksi listrik di dalam air bertingkah sesuai dengan sensasinya memiliki perasa yang sangat efektif.

Contohnya, hiu bisa mendeteksi semua getaran dalam air, perubahan pada suhu air dan kadar garam, dan menit perubahan pada listrik di susun oleh organisme yang bergerak. Tambahan lagi, jumlah besar dari rongga gel-filled  (Lorenzini ampules) adalah pendeteksi listrik yang sempurna. Bersamaan dengan sinar yang keras mereka menggunakan detektor ini untuk memburu mangsanya dan bisa menangkap arus yang paling kecil sebesar 20 milyar satu volt nya, kemampuan yang sangat indah. bayangkan batere rata-rata di setiap rumah, hiu mampu untuk mendeteksi arus yang dipancarkan hanya oleh dua batere 1.5 volt jauh dari dasar laut dari jarak 3,000 km jauhnya (1,864 mil)
Faktanya, hewan ini telah dilengkapi oleh sistem khusus, yang sangat cocok bagi lingkungannya dan sangat penting untuk bertahan hidup. Ini hanya mampu terjadi dari izin kekuatan yang Mahakuasa yang menciptakannya. yang mengetahui kebutuhan dan habitatnya, dan yang Kuasalah yang menciptakan semua ini. kekuatan yang tak terbatas hanya milik ALLAH, Mahakuasa dan Mahatahu :
(Hud berkata) Sesungguhnya aku bertawakal kepada ALLAH Tuhan-ku dan Tuhan-mu. Tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dia-lah yang Memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhan-ku di jalan yang lurus (adil) (Surah Hud :56)

Sumber : Harun yahya.Com

KISAH MENGAGUMKAN KEHIDUPAN LEBAH MADU

KISAH MENGAGUMKAN KEHIDUPAN LEBAH MADU

Seseorang yang meneliti segala penjuru alam semesta - dari galaksi raksasa di ruang angkasa hingga mahluk hidup di alam, dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata – akan mendapati suatu perencanaan sempurna dalam tatanan maupun rancangannya. Setiap jengkal alam semesta dipenuhi oleh bukti yang nyata dan pasti: FAKTA PENCIPTAAN.
 
Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri. Indera penunjuk arah sempurna pada burung yang bermigrasi ribuan kilometer, kemegahan arsitektur jaring laba-laba, pembagian kerja dan kerjasama luar biasa dalam koloni semut, serta rancangan geometris menakjubkan pada sarang lebah madu adalah sedikit dari beragam contoh lain yang tak terhitung jumlahnya…
 
Allah membentangkan tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan-Nya melalui contoh-contoh ini. Dia memperlihatkan ilmu, hikmah dan kesempurnaan-Nya yang tak terbatas melalui makhluk hidup dan tak hidup ciptaan-Nya.
 
Beragam organisme besar dan kecil, dari burung hingga reptil, dan dari ikan paus hingga serangga, memperlihatkan perilaku yang sungguh menakjubkan. Bahkan manusia, yang menganggap dirinya lebih bijak, berilmu dan cerdas, ternyata tak mampu menyaingi keahlian mereka.
Kisah lebah madu, yang akan kita simak berikut ini, hanyalah satu di antara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum.
 
Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.
 
Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umum. Pengoperasian pabrik yang efisien memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rencana jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Produksi dilakukan berdasarkan rencana produksi yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualitas dilakukan di setiap tahapannya. Setiap insinyur, manajer dan manajer pelaksana memperoleh pendidikan dan pelatihan khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing.
 
Akan tetapi, setelah segala persyaratan ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis.
 
Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perencanaan yang rumit dan biaya mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membangun sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.
 
Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya.
 
Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang ia lakukan. Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya.
 
Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya: “Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. Yaasiin, 36:72-73)
 
Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.
 
Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang.
 
Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut “propolis”. Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.
 
Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka ?
 
Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya.

Lebih jauh lagi, lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan. Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang.
 
Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.
 
Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari. Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.
 
Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin.
 
Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya? Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapa kelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan? Bagaimana seekor lebah, yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva, dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut? Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.
 
Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa.

SEBELUM ANDA MENYESAL

SEBELUM ANDA MENYESAL


Kadang kala orang menghadapi penderitaan fisik dan rohani serta berbagai kesulitan di dunia. Perasaan-perasaan (penderitaan) ini begitu kuat sehingga tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit fisik manapun. Perasaan yang menyebabkan tekanan besar dalam jiwa manusia yang dimaksud disini adalah sebuah perasaan yang disebut dengan 'penyesalan'.
Ada dua bentuk penyesalan yang sangat berbeda satu sama lain. Yaitu,  penyesalan yang dirasakan oleh orang beriman dan penyesalan yang dialami orang yang tidak beriman (kafir).
Orang-orang yang beriman  adalah orang-orang  yang memiliki  kepercayaan sepenuhnya bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan Kehendak Allah, dan apa pun yang menimpa mereka juga atas Kehendak Allah. Hal ini menjelaskan betapa mereka memiliki kepercayaan penuh dan tidak berputus asa pada Tuhan serta melaksanakan ibadah untuk memperoleh ketenangan, pada waktu-waktu yang utama, baik ketika berada dalam masalah atau ketika mereka melakukan kesalahan. Ketika melakukan kesalahan, orang beriman segera bertobat dengan tulus dan berharap ampunan dari Allah. Oleh karena itu, ia tidak mengalami penderitaan batin yang amat sulit dan penyesalan hidup yang berkepanjangan. Penyesalan yang dirasakan oleh orang beriman mendesak mereka untuk bertobat, untuk menyucikan diri dan mencegah mereka untuk mengulangi kesalahan ini. Hal ini membantu mereka memperbaiki kesalahan mereka dan mencegah mereka terjun ke dalam suasana hati yang amat sulit dan pesimis. Selain itu, penyesalan ini tidak mengurangi antusiasme mereka, pengabdian, atau semangat keagamaan, dan juga tidak menyeret mereka pada sebuah lingkaran ketakutan dan depresi.
Di sisi lain, penyesalan yang dirasakan oleh orang-orang kafir sangat menyedihkan dan konstan, karena mereka tidak bertawakal kepada Allah ketika mereka menghadapi kesulitan atau melakukan hal yang dilarang oleh Allah. Sepanjang hidup mereka, mereka sering mengungkapkan "Saya berharap saya tidak melakukan ini ..." "Saya berharap saya tidak pernah mengatakan ini ...", dan sebagainya.
Lebih pentingnya lagi, orang-orang kafir akan terjebak pada sebuah penyesalan yang jauh lebih besar di akhirat. Mereka yang memisahkan urusan agama dengan urusan dunia (sekuler), akan menyesal setiap saat dalam kehidupan mereka. Mereka telah diberi peringatan sebelumnya dan ditunjukkan jalan yang lurus. Mereka memiliki cukup waktu untuk merenungkan dan memikirkan mana yang benar. Namun mereka tidak mendengarkan ketika mereka diperingatkan, mengabaikan akhirat seolah-olah mereka tidak akan pernah mati. Kemudian di akhirat, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk kembali ke dunia ini dan memperbaiki kesalahan mereka. Dalam Al-Qur'an, ungkapan penyesalan mereka tertulis sebagai berikut:
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."
(QS. An-Naba', (78):40)
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
(QS. Al-An'am, (6):27)

Mereka akan berkata:
Dan mereka akan berkata: “Kalau saja kami benar-benar mendengarkan atau menggunakan akal kami (memikirkan peringatan itu), maka tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang apinya menyala-nyala.”
(QS. Al-Mulk, (67):10)
Perlu diingat bahwa pada hari itu tidak seorang pun yang menyesal akan diselamatkan dari murka Allah. Satu-satunya cara untuk menghindari penyesalan ini adalah dengan tunduk kepada Allah selagi masih ada waktu dan mematuhi segala perintah Allah.
Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).
(QS. Asy-Syuura, (42):47)

Sumber : Harun Yahya.Com

ALLAH MENCIPTAKAN DUNIA KITA SEBAGAI CITRA-CITRA DI DALAM OTAK

ALLAH MENCIPTAKAN DUNIA KITA SEBAGAI CITRA-CITRA DI DALAM OTAK

Seluruh hal yang kita lihat sebagai materi pada kenyataannya tidak lebih dari foton-foton. Foton adalah partikel cahaya dengan panjang gelombang yang bervariasi. Gelombang-gelombang ini merambat ke arah kita dan berubah menjadi sinyal-sinyal listrik ketika mereka sampai pada retina di mata kita. Sinyal-sinyal listrik tersebut bergerak di sepanjang jalan yang telah ditetapkan dan pada akhirnya mencapai pusat penglihatan di dalam otak. Dan disana gelombang-gelombang tersebut memberikan asumsi dengan cara yang sangat luar biasa: Kita yakin bahwa apa yang kita lihat benar-benar berada disana, dan benar-benar ada sebuah televisi atau bangunan pencakar langit di hadapan kita.
Tak peduli betapa meyakinkannya sebuah citra dari bangunan pencakar langit, apa yang Anda anggap sebagai materi pada kenyataannya tidak lebih dari sinyal-sinyal listrik. Dan citra tersebut terbentuk di dalam otak Anda, bukan di depan Anda. Citra sesungguhnya dari bangunan pencakar langit yang ada di luar tidak akan pernah mencapai Anda. Segala hal yang Anda persepsikan, sebagai sinyal-sinyal listrik, adalah gelombang-gelombang cahaya yang terpancar dari bangunan tersebut. Dengan kata lain, apa yang Anda lihat adalah tidak lebih dari gelombang-gelombang cahaya dan sinyal-sinyal listrik. Dengan demikian, sepanjang hidup Anda hanya melihat sebuah citra ilusi dari bangunan pencakar langit, dan bukanlah bangunan pencakar langit yang sesungguhnya. Meskipun sebuah ilusi, bagaimanapun juga, citra tersebut tetaplah sangat jelas dan tidak ada cacat dalam penampakannya. Sangatlah sulit untuk menyadari kenyataan bahwasanya citra tersebut hanya terdiri dari sinyal-sinyal listrik. Citra tersebut diciptakan dengan sangat sempurna di dalam otak sehingga hampir mustahil untuk dapat membedakannya dengan bangunan sesungguhnya. Ini adalah kesempurnaan karya seni dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Keajaiban diciptakan setiap hari, setiap saat di otak manusia. Walaupun hanya sinyal-sinyal listrik yang mencapai otak, dan walaupun bagian dalam otak adalah gelap gulita dan walaupun daerah tersebut hanya berukuran sekian centimeter persegi, semua gunung-gunung, laut-laut, lapangan-lapangan, langit-langit, sampah-sampah yang tak pernah habis, rumah-rumah, televisi-televisi, orang-orang, pohon-pohon dan dengan kata lain semua hal yang kita lihat berada di dalam otak. Semua hal tersebut berwarna. Tetapi tidak ada warna di dalam otak. Semua hal disana bercahaya dan terang benderang, tetapi sesungguhnya tidak ada cahaya di dalam otak, ataupun bahkan di luar otak. Semua hal disana sangatlah berisik dan memiliki banyak suara, tetapi bagian dalam otak sama sekali hening. Ada perbedaan kedalaman disana; bintang-bintang tampak sangat jauh, sedangkan sebuah pensil yang kita pegang tampak dekat. Tetapi kenyataannya semua hal memiliki bidang yang sama di otak kita dan dengan jarak yang sama. Matahari tampak ribuan kilometer di kejauhan sana. Tetapi sesungguhnya berada tepat di sebelah kita, di dalam otak-otak kita. Alasan mengapa matahari ada di dalam otak kita adalah karena citra tersebut semata-mata sebuah sinyal-sinyal listrik. Sebuah tubuh yang kita tahu berada sejauh ribuan kilometer sesungguhnya tercipta di sebuah ruang yang hanya berukuran sekian centimeter persegi.
Dengan demikian, dunia yang kita lihat bukanlah materi yang sesungguhnya. Kita tidak akan pernah bersentuhan langsung dengan materi sesungguhnya yang ada di luar sana. Dunia kita terbatas dengan apa yang ditampilkan pada layar di otak-otak kita. Jauh dari itu, kita tidak dapat menjamin apakah entitas tersebut ada atau tidak, sebagaimana kita tidak dapat menjamin apakah dunia yang diciptakan untuk kita adalah sama dengan dunia sesungguhnya di luar sana.
Dunia yang kita lihat adalah dunia yang Allah transmisikan ke ruh kita. Tidak ada materi di dunia tersebut; tidak ada kekerasan, kelembutan, bau ataupun warna. Hanya ada sinyal-sinyal listrik. Allah membuat sinyal-sinyal listrik sebagai penyebab dari dunia yang bercahaya dan berwarna yang Dia tunjukkan kepada ruh kita. Dan adalah ruh, yang Dia ciptakan untuk setiap manusia, yang mempersepsikan dan menerjemahkan citra-citra ini, gembira, bersedih, ragu-ragu, merasa bahagia dan rindu, mengingat, mencintai dan merasakan kegembiraan di dunia tersebut.

Sumber : Harun Yahya>com

RAHASIA DI BALIK PENCIPTAAN KEBAIKAN DAN KEJAHATAN

RAHASIA DI BALIK PENCIPTAAN KEBAIKAN DAN KEJAHATAN

Kehidupan dunia ini adalah sebuah ujian yang secara khusus diciptakan oleh Allah. Kehidupan ini merupakan sesuatu yang tidak kekal dimana manusia diuji dengan kebaikan maupun keburukan.Tentu saja terdapat, kebijaksanaan yang besar dibalik penciptaan tersebut. Sangat penting diketahui bahwa kejahatan ada disamping kebaikan, bagi orang-orang yang mengerti akan nilai dari surga. Manusia diuji dalam hal perilaku yang shaleh yang dia tampilkan, atas ijin Allah, di dalam suatu lingkungan dimana kebaikan dipisahkan dari kejahatan.

Kehidupan dunia ini adalah suatu wilayah di mana terdapat perjuangan yang berlangsung secara terus-menerus antara yang baik dan yang buruk. Namun, baik dan buruk tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dengan berdasarkan pada beberapa kriteria. Karena kebaikan dan keburukan memiliki perbedaan yang sangat jauh, menyeluruh dan memiliki perbedaan karaktar yang sangat terinci. Perilaku yang buruk sepenuhnya sesuai dengan petunjuk dari setan, sedangkan perilaku yang baik mengikuti hati nurani mereka. Keburukan tidak memiliki batasan untuk merasa takut kepada Allah, dan mampu melakukan apapun setiap saat. Ketika mereka dihadapkan suatu situasi dan kondisi tertentu, mereka mampu berbohong, melakukan fitnah terhadap orang lain, terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, ketidaksetiaan, pengkhianatan, mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama, kebencian, iri hati, ketidakadilan, dan tipu muslihat.


Karena mereka tidak takut kepada Allah, mereka berpotensi mampu melakukan segala macam bentuk pengkhianatan dan kejahatan. Tidak ada yang dapat menghentikan mereka membunuh, sebagai contoh ketika mereka tidak mampu mengontrol diri. Semakin dia di bawah pengaruh setan, dia akan semakin menjadi jahat dalam melakukannya dan semakin mampu melakukan perbuatan yang lebih jahat lagi.

Masyarakat yang berada di bawah kendali setan akan yang menyibukkan diri dengan melakukan kesalahan, membuat hidup orang lain menderita, dan menyebarkan kegelapan, ketakutan dan kesengsaraan, bukannya menikmati keberkahan hidup. Mereka melihat kehidupan dunia ini dari perspektif yang berbeda. Meskipun mereka tahu bahwa hidup mereka sangat singkat, namun mereka memilih untuk menghabiskan jangka waktu yang pendek ini pada hawa nafsu keserakahan dan permusuhan, memikirkan kepentingan mereka sendiri. Dan sasaran mereka adalah orang-orang yang baik.

Orang-orang yang baik adalah mereka yang bertingkah laku berdasarkan rasa takut kepada Allah. Dalam pandangan mereka, bahwa seluruh keindahan yang ada di dunia ini merupakan keberkahan. Rasa takut kepada Allah membawa mereka berperilaku baik dan benar sepanjang hidup mereka, setia dan jujur, mereka tidak pernah melakukan pelanggaran hukum, tidak pernah melanggar hak orang lain, menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan diri mereka sendiri, menjadi teman dan saudara bagi orang lain, dapat dipercaya, tidak memiliki maksud tersembunyi dan tidak melakukan tipu muslihat.


Orang-orang tersebut memiliki budi pekerti yang luhur di setiap saat dalam menjalani kehidupannya. Mereka selalu bersikap adil, dan mampu menjaga karakter yang dia miliki dan mampu mengendalikan tingkah lakunya. Mereka selalu berprilaku selaras dengan al-Qur’an, karena mereka takut kepada Allah. Ini adalah salah satu faktor yang membedakan antara ciri-ciri yang dimiliki oleh kebaikan dan ciri-ciri yang dimiliki oleh keburukan. Hal ini juga merupakan penyebab kejahatan melakukan permusuhan yang kekal kepada kebaikan. Karena kejahatan menyatakan perang kepada kebaikan yang berasal dari Allah, dam mereka juga membenci kepada orang-orang yang mencintai Allah.

Kehidupan dunia ini merupakan sebuah ujian dimana kebaikan dibedakan dari kejelekan, walaupun terdapat kekacauan dan kejahatan di dalam kehidupan ini, merupakan kebutuhan bagi orang-orang untuk hidup selaras dengan al-Qur’an. Hanya ketika orang-orang hidup berdasarkan keridhaan Allah, dan sesuai dengan al-Qur’an, dunia akan menjadi tempat yang sempurna untuk menjalin persahabatan, persaudaraan, kejujuran, cinta dan kasih sayang. Sebuah fakta bahwa dunia ini diciptakan sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-Qur’an juga merupakan bukti adanya keberadaan akhirat. Manusia akan diuji apakah mereka mematuhi al-Qur’an atau tidak. Dalam salah satu ayat, Allah SWT menjelaskan :
Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun. (Surat al-Mulk, 2)
Kesempurnaan yang kekal sepanjang masa terdapat di dalam surga yang abadi yang diciptakan oleh Allah. Allah yang Mahakuasa akan melimpahkan keindahan atas kesempurnaan-Nya, bersama-sama dengan keberkahan yang paling menyenangkan, kepada orang-orang beriman di akhirat. Surga adalah sebuah tempat dimana tidak ada kejahatan, ketidaksempurnaan, kesedihan atau ketakutan, di mana kenikmatan akan diberikan selama-lamanya. Ini merupakan perwujudan keindahan yang luhur yang dimiliki oleh Allah, Dialah yang memiliki kekuatan untuk menciptakan kesempurnaan dan keberkahan yang terbaik. Sebagaimana yang Allah jelaskan di dalam al-Qur’an :
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. (Surat al-Mutaffifin, 21-23)

Sumber : Harun Yahya.Com

KEAJAIBAN HUJAN

KEAJAIBAN HUJAN


Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat. Hujan–yang memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.
Informasi ini, yang tidak mungkin diketahui manusia di zamannya, menunjukkan kepada kita bahwa Al-Qur’an merupaka kalam Allah. Sekarang, mari kita kaji informasi-informasi tentang hujan yang termaktub di dalam Al-Qur’an.
Kadar Hujan
Di dalam ayat kesebelas Surat Az-Zukhruf, hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”. Sebagaimana ayat di bawah ini:
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf, (43):11)
“Kadar” yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.
Pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan adalah mengenai kecepatan turunya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, pemukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra. Terlebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk ketinggian 12.000 meter, faktanya terdapat awan yang memiliki ketinggian hanya sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini tentu saja akan jatuh pada kecepatan yang mampu merusak apa saja.
Namun tidak demikian terjadinya, dari ketinggian berapapun hujan itu turun,  kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan yang sangat istimewa. Keistimewaan bentuk tetesan hujan ini meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan hujan krtika mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Saat ini, parasut dirancang dengan menggunakan teknik ini).
Tak sebatas itu saja “pengukuran” tentang hujan. Contoh lain misalnya, pada lapisan atmosferis tempat terjadinya hujan, temperatur bisa saja turun hingga 400oC di bawah nol. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es. (Hal ini tentunya merupakan ancaman mematikan bagi semua makhluk hidup di muka bumi.) Alasan tidak membekunya tetesan-tetesan hujan tersebut adalah karena air yang terkandung dalam atmosfer merupakan air murni. Sebagaimana kita ketahui, bahwa air murni hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah sekalipun.
Pembentukan Hujan
Bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, “bahan mentah” hujan naik ke udara. Kemudian terkumpul menjadi awan. Akhirnya, tetesan-tetesan hujan pun muncul.
Tahapan-tahapan ini secara terperinci telah tertulis dalam Al-Qur’an berabad-abad tahun lalu sebelum informasi mengenai pembentukan hujan disampaikan:
“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat  hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)
Sekarang, mari kita lihat pada tiga tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
Tahap Pertama: “ Allah, dialah yang mengirimkan angin…..”
Gelembung-gelembung udara yang tidak terhitung jumlahnya dibentuk oleh buih-buih di lautan yang secara terus-menerus pecah dan mengakibatkan partikel-partikel air tersembur ke udara menuju ke langit. Partikel-partikel ini –yang kaya akan garam– kemudian terbawa angin dan bergeser ke atas menuju atmosfer. Partikel-partikel ini (disebut aerosol) membentuk awan dengan mengumpulkan uap air (yang naik dari lautan sebagai tetesan-tetesan oleh sebuah proses yang dikenal dengan “JebakanAir”) di sekelilingnya.
Tahap  Kedua : “…..lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadi bergumpal-gumpal…..”
Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal-kristal garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena tetesan-tetesan air di sini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01-0,02 mm), awan mengapung di udara dan menyebar di angkasa. Sehingga langit tertutup oleh awan.
Tahap Ketiga : “….lalu kamu lihat  hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun.”
Partikel-partikel air yang mengelilingi kristal-kristal garam dan partikel-partikel debu mengental dan membentuk tetesan-tetesan hujan. Sehingga, tetesan-tetesan tersebut, yang menjadi lebih berat dari udara, meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Setiap tahap dalam pembentukan hujan disampaikan dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, tahapan-tahapan tersebut dijelaskan dalam runtutan yang benar. Seperti halnya fenomena alam lain di dunia, lagi-lagi Al-Qur’an lah yang memberikan informasi yang paling tepat tentang fenomena ini, selain itu, Al-Qur’an telah memberitahukan fakta-fakta ini kepada manusia berabad-abad sebelum sains sanggup mengungkapnya.

Sumber : Harun Yahya.com

ALLAH BERKUASA ATAS SEGALANYA

ALLAH BERKUASA ATAS SEGALANYA


Allah, pencipta segala sesuatu, satu-satunya pemilik seluruh makhluk. Dialah Allah yang menghimpun gumpalan awan, yang memanaskan dan menerangi bumi, merubah arah angin, menetapkan burung-burung tetap di langit, menyemai benih, menentukan detak jantung manusia, menetapkan fotosintesis tanaman, dan menjaga planet-planet pada orbitnya. Orang pada umumnya mengira bahwa fenomena seperti itu terjadi menurut “hukum fisika”, “gravitasi”, “aerodinamika”, atau faktor-faktor fisika lainnya; akan tetapi, terdapat satu kebenaran pentingyang mereka abaikan: semua hukum fisika itu diciptakan oleh Allah. Sesungguhnya, satu-satunya penguasa di alam raya ini adalah Allah.
Allah mengatur segala sistemdalamsetiap peristiwa di bumi, tanpa memperhatikan apakah kita menyadarinya, atau apakah kita tertidur, duduk, atau berjalan. Pada masing-masing banyaknya proses di alam ini dan segala yangesemsialbagi eksistensi kita, semua itu berada di bawahkendali Allah. Bahkan kemampuan kita untuk mengambil sebuah langkah kecil pun bergantung pada ciptaan Allah dengan sangat detail, termasukgayagravitasi bumi, struktur kerangka manusia, sistem saraf dan otot, otak, jantung, dan bahkan kecepatan rotasi bumi.
Menghubungkan eksistensi dunia dan seluruh alam pada kebetulan belaka sungguh sebuah khayalan. Aturan hebat yang berlaku di bumi maupun alam raya sepenuhnya menentang kemungkinan pembentukan melalui suatukebetulan, dan–bahkan–lebih sebagai pertanda jelas kehendak Allah yang tidak terbatas. Sebagai contoh, orbit bumi mengelilingi matahari manyimpang hanya 2,8 mm di setiap 29 km dari jalur yang sebenarnya. Jika penyimpangan ini 0,3 mm lebih panjang atau lebih pendek, maka semua makhluk hidup di penjuru bumi akan membeku atau terbakar. Sementara, sebenarnya mustahil–bahkan–bagi sebuah kelereng berputar pada orbit yang sama tanpa penyimpangan sedikitpun, dan bumi mengerjakan bagiantersebutmeskipun memiliki masa yang besar. Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’ân, “...Allah telah menetapkan kadar pada seala sesuatu...” (QS. Al-Thalâq, (65):3). Sebenarnya, keteraturan di alam yang begitu baik ini, dipelihara sebagai wujud sistem yangluar biasayang bergantung sepenuhnya pada pola keseimbangan yang rumit.
Beberapa orang menganut keyakinan yang keliru, bahwa Allah “menciptakan segalanya dan kemudian meninggalkannya sebagaimana yang telah ditetapkan”. Akan tetapi, peristiwa apapun yang bertempat di alam raya ini, terjadi semata oleh kehendak Allah dan di bawah kendaliNya. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’ân:
“Tidakkah kamu tahu bahwa Allah mengetahui segala yang ada di langt dan di bumi? Yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab (lauh mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.(QS. Al-Hajj, (22):70)
Sangat penting menggenggam fakta ini bagi seseorang yang tengah berjuang dekat pada Allah. Doa Nabi Muhammad saw. yang dikutip dibawah ini merupakancontoh yang sangat tepat:
Ya Allah: segala puji bagiMu: Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Segala puji bagiMu; Engkaulah Pemelihara langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya. Segala puji bagiMu; Engkaulah Cahaya langit dan bumi. PerkataanMu itu benar, dan janjiMu juga benar, dan pertemuan denganMu itu benar, dan surga dan api neraka juga benar, dan waktu itu benar. Ya Allah! aku serahkan diri ini padaMu, dan aku percaya dan bergantung padaMu, dan aku bertobat padaMu, dan dengan petunjuk-petunjukMu aku berdiri menghadapi musuh-musuhku, dan padaMu aku tinggalkan hukuman (untuk mereka yang menolak pesanku). Ya Allah! Ampunilah dosa-dosaku yang telah kulakukan atau aku lakukan nanti, dan juga dosa-dosa yang aku lakukan secara terang-terangan maupun tersembunyi. Hanya Engkaulah Tuhanku yang aku sembah dan tiada Tuhan bagiku (yaitu tidak menyembah kecuali padaMu). (HR. Al-Bukhârî)
Proses rumit yang terjadi pada tubuh makhluk hidup adalah contoh menarik yang membantu kita meyakini kehendak Allah. Sebagai contoh, di setiap saat, ginjal menyaring darah dan melepaskan molekul-molekul berbahaya untuk dikeluarkan dari tubuh. Penyaringan dan proses pembersihan ini , yang dapat dijalankan oleh satu sel ginjal, hanya dapat dikerjakan oleh haemodialyser (ginjal buatan). Haemodialyser secara sengaja dirancang oleh parailmuan. Akan tetapi, ginjal tidak merasakan atau memilikipusatpembuat keputusan, ataupun daya berpikir. Dengan kata lain, sel ginjal yang ‘tidak sadar’ ini dapat menyelesaikan tugas yang–justru–menuntut sebuah proses berpikir yang rumit.
Adalah hal yang mungkin menemukan jutaan contoh serupa di dalam makhluk hidup. Molekul, tersusun dari materi yang ‘tidak sadar’, melakukan tugas yang begitu hebatyangsebaliknya memberi kesan ‘kesadaran’. Jenis ‘kesadaran’ dalam perkara ini jelas–tentunya–merupakan ilmu dan kearifan Allah yang tidak terbatas. Allah lah yang menciptakan sel-sel ginjal, seperti halnya moleku-molekul tersebut, dan yang menetapkan–dalam keteraturan–untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam Al-Qur’ân Allah menerangkan pada kita bahwa Dia yang terus-menerus mengirimkan ‘perintah’ pada makhluk ciptaanNya:
Allah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. At-Thalâq, (65):12)
Jelaslah, Allah, yang menciptakan segala yang ada di alam ini, tentu saja dapat menghidupkan yang mati. Dari kenyataan ini, Allah menetapkan sebagai berikut:
“Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Dia tidak merasa letih karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-Ahqaf, (46):33)

Sumber : Harun Yahya.Com