,
.
.

Jumat, 02 Maret 2012

Anak Jangan Dibiasakan Minum Susu Sambil Tidur

Anak Jangan Dibiasakan Minum Susu Sambil Tidur



img
(foto: Thinkstock)
Jakarta, Kebiasaan memberikan susu botol atau ASI pada bayi sambil tidur bisa berakibat buruk bagi kesehatan gigi anak. Susu yang menempel di gigi dan dibiarkan saja akan berubah menjadi seperti yogurt dan merusak gigi.

Itulah sebabnya mengapa bagian gigi yang rusak pada anak yang sering meminum susu sambil tidur adalah seluruh permukaan email gigi. Sedangkan pada orang yang jarang menggosok gigi, yang paling banyak rusak adalah bagian gigi geraham. Di masyarakat jawa, kerusakan gigi pada anak ini sering disebut gigis.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang tidak menyikat gigi sebelum tidur malam memiliki risiko gigi berlubang 2 kali lipat daripada orang yang menyikat gigi sebelum tidur.

"Pada waktu tidur, aliran air ludah berkurang. Padahal, di dalam air liur mengandung zat anti bakeri dan zat yang dapat mengurangi tingkat keasaman mulut. Jika tidak menyikat gigi malam hari, sisa makanan akan tertinggal dan kuman akan senantiasa ada di gigi," kata kata Drg. Zaura Anggraeni, MDS, Ketua Umum PDGI dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pepsodent dan PDGI, Kamis (1/3/3012).

Drg Zaura juga menuturukan, jika kondisi ini dibiarkan, maka kuman di gigi akan berkembang biak 2 kali lipat lebih cepat.

Lebih lanjut lagi, Drg. Zaura menyarankan kepada para ibu sebaiknya jangan memberikan susu pada bayi sambil tidur. Sebaiknya memberikan susu sambil duduk dan anak jangan dibiarkan menghisap susu sampai tertidur.

Drg Zaura juga memberikan tips-tips untuk menjaga kebersihan gigi si kecil, yaitu:
1. Jangan berikan air susu yang ditambahkan gula.
2. Setelah selesai minum susu bilaslah dengan air. Caranya, berikan dot yang berisi air untuk membesihkan gigi.
3. Akan lebih bagus jika gigi yang baru tumbuh dibersihkan dengan pembersih, kain kasa atau kain handuk lembut hingga bagian lidah dan tepi bibir, walaupun giginya baru muncul satu.

Dengan cara ini, anak-anak akan terbiasa dibersihkan rongga mulutnya sejak kecil. Akhirnya, anak akan lebih terbiasa membersihkan gigi sebelum tidur ketika beranjak dewasa.

"Yang paling penting dalam mengajarkan anak menggosok gigi adalah memberi contoh, jangan hanya menyuruh saja. Sebab meminta anak menggosok gigi sebelum tidur memang sangat sulit sekali," imbuh Drg. Zaura.

Yang tak kalah penting, jangan tunggu sampai anak-anak mengantuk. Kalau terpaksa harus minum susu seteleh menggososk gigi, pastikan berkumur setelahnya. Tapi kalau makan makanan manis, gigi harus tetap digosok kembali.

Sumber : Detik.Com

7 Alasan Kenapa Memilih Makanan Organik

7 Alasan Kenapa Memilih Makanan Organik



img
(Foto: thinkstock)
 
Jakarta, Mengonsumsi makanan organik memang telah lama populer. Namun, sebagian orang mungkin belum mengetahui mengapa makanan organik lebih baik. Bahan makanan organik diproduksi tanpa menggunakan pestisida dan pupuk sintetis, rekayasa genetik, antibiotik, hormon pertumbuhan, bahan pengawet, atau pewarna.

Manfaat makanan organik tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga mengurangi polusi pestisidan dan bahan kimia lain di bumi," kata Barbara Haumann, seorang juru bicara Organic Trade Association.

Kira-kira apa saja alasannya mengapa sebaiknya memilih bahan makanan organik?

Berikut 7 alasan untuk memilih bahan makanan organik seperti dikutip dari Fitbie, Selasa (31/1/2012) antara lain:

1. Buah-buahan dan sayuran organik kaya nutrisi

"Bukti menunjukkan bahwa makanan organik lebih tinggi kandungan zat besi, magnesium, dan vitamin C, dan lebih rendah kandungan nitrat. Nitrat ditemukan dalam sintetis pupuk," kata Haumann.

Sejumlah studi di University of California juga telah menunjukkan bahwa, buah-buahan dan sayuran organik tertentu mungkin memiliki tingkat yang lebih tinggi dari antioksidan. Para peneliti telah melaporkan bahwa, tomat organik yang mengandung rata-rata 79-97 persen flavonoid phytochemical yang dapat membantu mencegah penyakit jantung.

2. Pertanian organik mengurangi paparan terhadap pestisida berbahaya

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa, paparan beberapa pupuk sintetis yang digunakan pada beberapa tanaman dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal BMC Neurology menemukan bahwa, orang terpapar pestisida 1,6 kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit Parkinson dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Menurut studi baru, paparan pestisida telah dikaitkan dengan ADHD dan dapat mengganggu hormon perempuan. Karena pertanian organik tidak menggunakan pestisida, membeli organik mendukung sistem yang mengurangi paparan pestisida secara keseluruhan.

3. Daging dan susu dari hewan yang diberi makanan organik mengandung lemak yang lebih sehat

Menurut studi yang dilakukan di Inggris, peternakan organik cenderung menghasilkan susu dan daging dengan tingkat yang lebih tinggi dari asam lemak omega 3 dan asam linoleat terkonjugasi (CLA). Kandungan tersebut dapat mencegah beberapa jenis kanker, membantu mengontrol berat badan, dan menurunkan kolesterol.

Jika rumput yang dimakan hewan memiliki banyak asam lemak esensial, maka dagingnya juga akan memiliki lebih banyak asam lemak esensial," kata Caplan.

4. Pertanian organik melindungi lingkungan

Selain merugikan manusia, bahan kimia yang digunakan dalam pupuk sintetis dapat memiliki konsekuensi negatif bagi lingkungan. Sebaliknya, praktik organik telah ditunjukkan untuk melindungi tanah dan air serta mengurangi jejak karbon.

5. Produk organik diproses tanpa hormon atau antibiotik

Ternak organik tidak dapat diobati dengan hormon pertumbuhan atau subterapi antibiotik, yang biasa diresepkan untuk mencegah hewan sakit daripada mengobati hewan yang sakit. Penggunaan antibiotik dalam makanan telah dikaitkan dengan berkembang biaknya bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bukti bahwa, bakteri resisten antibiotik ditemukan dalam daging dan unggas juga bisa ditemukan dalam usus konsumen. Studi lain dari Johns Hopkins menunjukkan bahwa, bakteri di udara dari makanan hewan terkonsentrasi (CAFO) mungkin dapat ditransfer dari hewan ke manusia.

6. Produk organik tidak mengandung organisme hasil rekayasa genetika (GMO)

Sebuah transgenik adalah organisme yang disuntik dengan bahan genetik dari spesies lain untuk membuat versi sendiri yang tidak terjadi di alam dan tidak dapat diproduksi dengan modus khas persilangan. Dalam kasus tanaman, transgenik adalah yang paling sering dibuat untuk membentuk tanaman tahan hama dan bahan kimia kuat.

Efek negatif potensial sebagian besar tidak diketahui, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa transgenik dapat membahayakan kesehatan. Beberapa penelitian dengan hewan laboratorium telah mengaitkan makanan rekayasa genetika dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk reaksi alergi dan gangguan di hati, ginjal, dan jantung.

7. Pertanian organik mendukung kesejahteraan hewan

Pada peternakan komersial hewan sering terpaksa tinggal di kandang sangat kecil membatasi gerakan. Hewan-hewan juga diberi hormon pertumbuhan yang dapat memiliki konsekuensi serius. Ayam yang diberikan hormon pertumbuhan telah dikenal untuk mengembangkan cacat fisik atau kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Buah dan Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Buah dan Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan



img
(Foto: thinkstock)
 
Jakarta, Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka makan buah dan sayur adalah pilihan terbaik. Dari semua jenis buah dan sayur, ada beberapa buah yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Apa saja?

Buah dan sayur menggantikan makanan berkalori tinggi yang dapat membantu mengendalikan asupan kalori. Selain itu, makan buah dan sayur yang kaya dengan serat dan protein juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, serta meningkatkan energi untuk melakukan aktivitas fisik sepanjang hari.

Berikut beberapa buah dan sayur terbaik untuk menurunkan berat badan, seperti dilansir Livestrong, Kamis (9/2/2012):

1. Apel
Semua buah dan sayuran yang mengandung banyak air dan serat dapat menghasilkan sinyal kenyang di usus halus, apel salah satunya. Setelah dicerna, apel memproduksi hormon GLP-1, yang mengirimkan sinyal ke otak untuk membujuk Anda berpikir perut sudah atau masih kenyang.

Penelitian menunjukkan apel juga sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Makan satu buah apel berukuran sedang 15 menit sebelum makan untuk membantu mengatur nafsu makan.

2. Jeruk
Jeruk mengandung serat tinggi. Jeruk dapat membantu merasa kenyang lebih lama. Sehingga dapat membantu makan lebih sedikit sepanjang hari.

3. Bayam
Bayam adalah sayuran yang sangat rendah kalori dan dapat digunakan dalam berbagai jenis makanan, seperti sup, lauk pauk dan salad. Bayam dapat meningkatkan perasaan kenyang selama pembatasan kalori.

Sebuah studi pernah dipublikasikan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, yang membandingkan efek dari bayam dan sayuran lainnya pada perasaan kenyang. Hasilnya, bayam dapat membuat rasa kenyang lebih dari sayuran lain seperti wortel.

4. Brokoli
Seperti bayam, brokoli tinggi dalam volume dan rendah kalori. Selain itu, brokoli sangat rendah pada indeks glikemik, yang merupakan indikator seberapa cepat makanan diserap oleh tubuh. Dengan begitu, brokoli dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih dan soda, menurut laporan Oregon State University.

Sumber Detik.Com

Sayuran yang Bikin Kulit dan Rambut Kinclong

Sayuran yang Bikin Kulit dan Rambut Kinclong



img
(Foto: thinkstock)
 
Jakarta, Bila Anda memiliki tubuh yang sehat dari dalam, makan hasilnya akan tampak dari luar. Oleh karena itu, bila ingin mendapatkan kulit dan rambut sehat dan cantik, konsumsilah makanan sehat seperti sayur-sayuran segar.

Beberapa sayuran bisa membuat rambut dan kulitnya Anda kinclong, karena banyak mengandung vitamin, mineral dan antioksidan yang akan memberikan kesehatan optimal sepanjang hidup.

Berikut beberapa sayuran yang memberi manfaat lebih pada kesehatan kulit dan rambut, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (3/3/2012):

1. Sayuran berwarna oranye dan kuning

Sayuran berwarna oranye mengandung beta-karoten yang merupakan pigmentasi dan antioksidan (karotenoid) yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan kulit yang sehat. Sayuran berwarna kuning juga mengandung karotenoid dan memiliki banyak manfaat seperti halnya sayuran berwarna oranye.

Selain itu, sayuran berwarna mencolok ini juga banyak mengandung vitamin A, vitamin C, serat, flavonoid dan zat gizi lain seperti kalsium dan kalium dalam jumlah bervariasi.

Beberapa sayuran berwarna oranye dan kuning adalah wortel, labu, paprika kuning, ubi kuning dan ubi manis, labu, jagung manis, tomat kuning dan tomat jeruk.

2. Sayuran berwarna merah

Sayuran berwarna merah banyak mengandung fitokimia, yang dapat mengurangi radikal bebas penyebab malapetaka bagi kulit dan rambut. Selain itu, sayuran berwarna merah mengandung lycopene, yaitu fitokimia tertentu yang memberikan warna merah dan merupakan antioksidan kuat yang diperlukan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa sayuran berwarna merah meliputi tomat, paprika merah dan bawang merah.

3. Sayuran berwarna hijau

Sayuran berwarna hijau mengandung tinggi serat, rendah lemak, kaya akan asam folat, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium dan magnesium. Selain itu juga mengandung sejumlah fitokimia seperti lutein, beta-cryptoxanthin, zeaxanthin dan beta-karoten.

Kandungan ini berkontribusi pada sistem kekebalan tubuh yang sehat dan kemudian dapat membantu kinerja tubuh dan meningkatkan pertumbuhan rambut dan kulit yang sehat.

Ada banyak sayuran hijau seperti kecambah Brussels, selada, bayam, brokoli, kacang polong, kacang hijau, ketimun, paprika hijau, asparagus, kacang lima dan seledri.

Sumber : Detik.Com

Sering Berenang, Sel Kanker Menyebar


Headline

Jakarta - Olahraga renang yang banyak dilakukan orang dari berbagai usia ini ternyata berbahaya karena diklaim sebagai salah satu pemicu kanker. Benarkah?

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa Anda patut waspada jika berenang di kolam renang umum karena disinyalir dapat memicu kanker.

Seperti yang Anda ketahui, selain disinfektan (cairan pembunuh kuman), air dalam kolam renang juga mengandung keringat, rambut, kulit, urin, dan produk kecantikan seperti lotion dan tabir surya yang dipakai para perenang.

Disinfektan yang berfungsi untuk menjaga air kolam terbebas dari penyakit ini, jika bereaksi dengan urin dan rambut berisiko menyebabkan penyakit asma dan kanker kandung kemih.

Sementara jika bereaksi dengan produk kosmetik yang umumnya dikemas dengan unsur nitrogen, dapat membentuk senyawa beracun yang mampu memicu mutasi genetik pada manusia.
Dalam jangka panjang mutasi ini dapat menyebabkan cacat lahir, mempercepat proses penuaan, menyebabkan gangguan pernapasan, dan juga kanker.

Seperti dilansir dari Telegraph, hasil ini diketahui setelah tim peneliti dari University of Illinois mencoba membandingkan sampel air keran dengan sampel air dari beberapa kolam renang.

Dengan menggunakan teknologi DNA canggih, mereka menemukan sampel air yang berasal dari kolam renang ternyata lebih berisiko menyebabkan kerusakan sel pada manusia.

"Penelitian ini membandingkan metode penggunaan disinfeksi yang berbeda dengan kondisi lingkungan. Hasil penelitian kami membuktikan bahwa semua sampel air kolam yang telah didesinfeksi menunjukan kerusakan DNA lebih banyak dibandingkan dengan sumber air keran,” ujar pemimpin penelitian, Profesor Michael Plewa.

"Semua sumber air memiliki bahan organik yang berasal dari daun membusuk, mikroba dan makluk hidup lainnya yang telah mati,” lanjutnya.

Menurut Michael, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut, di antaranya dengan memperhatikan pemilihan jenis desinfektan dalam pemeliharaan kolam renang. Hindari pula bahan yang mengandung bromin kimia sebagai disinfektan air kolam.

"Metode terbaik untuk melindungi air kolam adalah mengombinasikan perawatan sinar UV (ultra violet) dengan klorin dibandingkan dengan hanya klorinasi,” ujarnya.

Perenang juga dapat membantu mengurangi racun pada air kolam dengan mandi terlebih dahulu sebelum terjun ke dalam kolam renang.
Selain itu, pengelola kolam juga harus sering mengingatkan kepada para pengguna kolam renang mengenai potensi bahaya yang ditimbulkan jika mereka membuang air kecil di dalam kolam. 

Sumber  : Inilah.Com

Kamis, 01 Maret 2012

Perancang Lambang Garuda Pancasila yang Terlupakan


Perancang Lambang Garuda Pancasila yang Terlupakan



Siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.
Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.
Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.
Sumber: selokartojaya.blogspot.com

Pohon di Kuburan Meringankan Siksa?


Pohon di Kuburan Meringankan Siksa?


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu beliau bersabda:
 إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ
“Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba).”
Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah. Beliau membelahnya menjadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah, mengapa Anda melakukan ini?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
 لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
 “Semoga keduanya diringankan siksaannya, selama kedua pelepah ini belum kering.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 216 dan Muslim, no. 292)
Dalam redaksi lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيْرٍ، وَإِنَّهُ لَكَبِيرٌ
 “Mereka berdua tidak disiksa karena perkara besar (dalam pandangan keduanya), namun sesungguhnya itu adalah perkara besar.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6055).
Berkaitan dengan lafadz ini, An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para ulama telah menyebutkan dua tafsiran dalam hadits ini. Makna pertama. Itu bukanlah perkara besar dalam pandangan mereka berdua. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala :
 وَتَحْسَبُوْنَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ (15)
 “Dan kamu menganggapnya suatu perkara yang ringan saja, padahal hal itu pada sisi Allah adalah perkara yang besar.” (QS. An-Nuur: 15)
Makna kedua. Meninggalkan kedua perkara ini bukanlah sesuatu yang besar (susah). Dengan kata lain, kedua perkara ini adalah perkara yang mudah dan ringan untuk ditinggalkan. (Syarah Shohiih Muslim, 3/201).
Tidak Menjaga Diri Dari Kencing Adalah Dosa Besar
Salah satu penghuni kubur itu disiksa karena semasa hidupnya tidak menjaga diri dari kencing, yakni tidak menjaga diri dari percikan air kencingnya sendiri, tidak istinja’ atau bersuci setelah kencing sehingga tubuhnya terkena najis. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud tidak menjaga diri dari kencing adalah tidak menutupi diri ketika kencing. Semua pendapat ini saling melengkapi dan tidak saling bertentangan.
Dari hadits di atas, dapat kita simpulkan bahwa tidak menjaga diri dari kencing merupakan dosa besar, karena pelakunya diancam dengan siksa di Akherat.
Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah menjelaskan bahwa pendapat yang paling kuat tentang pengertian dosa besar adalah segala perbuatan yang pelakunya diancam dengan api Neraka, laknat atau murka Allah di Akherat atau perbuatan yang mendapatkan hukuman had di dunia. Sebagian ulama menambahkan bahwa termasuk dosa besar adalah suatu perbuatan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meniadakan iman bagi pelakunya, seperti sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam: “Tidak beriman salah seorang dari kalian yang…” atau Nabi bersabda: “Bukan golongan kami orang yang…” atau Nabi berlepas diri dari pelakunya.” (Disarikan dari Ajwibah Mufidah an Masa-il Adidah, karya Syaikh Abdul Aziz ar Rajihi, hal. 1-4)
Haramnya Namimah (Adu Domba)
Namimah (adu domba) yaitu mengutip ucapan seseorang dan menceritakan perkataan tersebut kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan.
An-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama mengatakan
 النَّمِيْمَةُ نَقْلُ كَلاَمِ النَّاسِ بَعْضِهِمْ إِلَى بَعْضٍ عَلَى جِهَةِ الإِفْسَادِ بَيْنهُمْ
 “(Yang dimaksud dengan) namimah yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.” (Syarh Nawawi untuk Shohiih Muslim, 1/214, Syamilah).
Namimah hukumnya haram, berdasarkan firman Allah Ta’ala :
 وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهِيْنٍ (10) هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيْمٍ (11) مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيْمٍ (12)
 “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa.” (QS. Al-Qalam: 10-12).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
 “Tidak akan masuk Surga orang yang suka mengadu domba.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 105)
Syafa’at dan Do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Para ulama menjelaskan bahwa sebab diringankannya adzab bagi kedua penghuni kubur itu adalah syafa’at dan do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun pelepah basah yang ditancapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas kedua kuburan itu hanyalah sebagai penanda batas waktu diterimanya syafa’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi kedua penghuni kubur itu agar adzab keduanya diringankan. Inilah pemahaman yang benar.
Imam Muslim rahimahullah menyebutkan di akhir kitab Shohiih-nya, sebuah hadits yang panjang dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu tentang dua penghuni kubur yang disiksa, bahwasanya shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 إِنِّي مَرَرْتُ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ، فَأَحْبَبْتُ بِشَفَاعَتِيْ أَنْ يُرَفَّهَ عَنْهُمَا مَا دَامَ الْغُصْنَانِ رَطْبَيْنِ
 “Sesungguhnya aku melewati dua kuburan yang sedang disiksa. Maka dengan syafa’atku, aku ingin agar adzabnya diringankan dari keduanya selama kedua pelepah itu masih basah.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3012).
Jadi, penyebab diringankannya adzab bukanlah adanya pelebah basah, akan tetapi karena syafa’at dan do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini merupakan kekhususan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang mengatakan bahwa hal itu merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pendapat yang benar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menanamkan pelepah, kecuali di atas kuburan yang beliau ketahui penghuninya sedang disiksa. Dan beliau tidak melakukan hal itu kepada semua kuburan. Seandainya perbuatan itu Sunnah, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melakukannya kepada semua kuburan. Hal itu merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikarenakan para Khulafa’ur Rasyidin dan tokoh besar sahabat tidak pernah melakukan hal itu. Kalau, seandainya itu diperintahkan, tentu mereka akan segera melakukannya. (Ceramah syaikh Ibnu Bazz ketika menjelaskan kitab Fathul Bari, 3/223).
Pemahaman Keliru Tentang Hadits Ini
Kaum muslimin rahimakumullah, ada sebagian muslim yang keliru dalam memahami hadits ini. Sebagian mereka mengatakan bahwa dianjurkan menanam pohon kurma atau pepohonan yang lain di atas kuburan. Mereka mengatakan bahwa penyebab diringankan adzab kedua penghuni kubur itu ialah karena kedua pelepah yang masih basah itu senantiasa bertasbih kepada Allah Ta’ala. Adapun pelepah yang sudah kering, maka tidak lagi bertasbih. Oleh karena itulah, mereka menanam pohon di atas kuburan  agar adzab penghuni kubur terus diringankan.
Pendapat seperti ini bertentangan dengan Firman Allah Ta’ala:
 وَإِنْ مِّنْ شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لاَّ تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ (44)
 “Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al Isra’: 44).
Sesungguhnya pelepah yang kering pun senantiasa bertasbih kepada Allah Ta’ala. Demikian pula debu, kerikil dan bebatuan di dalam tanah senantiasa bertasbih kepada-Nya. Seandainya penyebab diringankan adzab adalah tasbih, tentu tidak ada seorangpun yang mendapatkan siksa di dalam kuburnya, karena debu dan bebatuan yang berada di atas mayit juga bertasbih kepada Allah Ta’ala.
Maka, apakah pohon di kuburan dapat meringankan adzab? Tentu saja tidak. Seandainya pepohonan di atas kuburan dapat meringankan adzab, tentu orang yang paling ringan adzabnya adalah orang-orang kafir, karena kuburan mereka laksana taman yang besar disebabkan begitu banyaknya tanaman dan pepohonan yang mereka tanam di atas kuburan mereka.

Penulis: Muhaimin Azhuri (Buletin at-Taubah edisi ke-61)
Artikel Muslim.Or.Id