,
.
.

Rabu, 22 Februari 2012

www.sentralternak.com, Siapa yang tak kenal binatang yang satu ini? Hampir semua orang pencinta burung ocehan atau berkicau, atau penggemar hoby memancing akan mengenalnya. Banyak sebutan untuk semut ini di antaranya semut rangrang, semut merah, kranggan, semut kroto dan sebagainya. Akan teteapi yang lebih terkenal adalah kroto nya daripada nama semutnya.
Kroto adalah telur yang dihasilkan oleh semut rangrang. Kroto merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik dan bagus untuk pakan burung terutama burung ocean atau berkicau. Dengan semakin banyaknya pencinta burung ocean maka semakin besar pula pemintaan produk yang satu ini.
Kata emas pada judul di atas mungkin sepadan dengan bentuk warna tubuh dari hewan ini. Semut rangrang memang tergolong semut api (fire ants) dengan genus Oecophylla, famili Formicidae dan ordo Hymenoptera. Tapi jangan salah, semut ini ternyata memiliki kelebihan tersendiri. Selain sebagai penghasil kroto, bagi para petani semut rangrang cukup berguna sebagai pembasmi dan pengendali hama tanaman. Semut rangrang dapat membunuh hama tanaman yang menyebabkan tanaman para petani itu tidak tumbuh dengan baik.
Peluang usaha
Selama ini pasokan pasar burung atau toko yang menjual pakan burung hanya menggantungkan dari pengumpul kroto yang berasal dari tangkapan alam. Kita tahu alam tidak setiap saat menyediakan kroto apalagi saat musim penghujan. Hal lain yang mendorong kegiatan budidaya adalah usaha ini tidak banyak membutuhkan modal dan juga tingkat teknologi yang tinggi. Semua orang bisa mengusahakan kegiatan budidaya ini baik untuk tujuan komersial atau hanya untuk mencukupi kebutuhan kita sendiri. Kami yakin, kalau kegiatan ini dikelola dengan manajemen yang baik tidak mustahil akan menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Kehidupan semut rangrang memang identik dengan kehidupan masyarakat perdesaan. Bagi sebagian orang, kroto dari semut rangrang merupakan sumber penghasilan baru dan dianggap sebagai salah satu cara bagi masyarakat miskin untuk memperoleh penghasilan tambahan. Sebuah penghasilan yang bisa diperoleh secara cuma-cuma dan tanpa mengganggu waktu dan kegiatan bertani mereka. Dengan cara yang praktis dan mudah saja mereka bisa mendapatkan kroto semut rangrang tersebut. Nah, bagaimana kalau diusahakan secara professional?
Lokasi atau habitat
Mungkin agak sedikit aneh bin ajaib bahwa jenis semut ini adalah semut yang menyukai udara yang bersih dan sangat anti dengan udara berpolusi. Makanya kegiatan ini jarang dijumpai di daerah perkotaan karena kita ketahui bersama bagaimana keadaan udara di daerah perkotaan. Habitat yang cocok untuk membudidayakan semut ini antara lain daerah perkebunan atau perhutani. Semut-semut ini bisa menyerbu hampir semua jenis pohon, tetapi lebih menyukai pohon buah-buahan dan mempunyai ukuran daun yang agak lebar seperti nangka, mahoni atau mangga. Pohon lain yang banyak disukai adalah randu, mente (jambu monyet), jambu air, duwet atau juwet, dan lainnya.
Alam Indoensia sebenarnya masih sangat potensial untuk dimanfaatkan budidaya semut rangrang. Daerah perdesaan dengan beranekaragam tanamannya, areal perkebunanan, kawasan perhutani adalah lokasi yang sangat potensial untuk budidaya semut rangrang. Tidak perlu membeli perkebunan, cukup dengan menyewa lahan tersebut. Tapi memang ada satu kelemahan yaitu lambat laun orang yang menyewakan lahan tersebut akan mengetahui peluang bisnis ini dan akan mengambil alih kegiatan ini. Jika demikian yang ditakutkan maka memiliki pohon sendiri adalah lebih baik untuk usaha jangka panjang.
Manfaat membudidayakan semut rangrang
Banyak manfaat yang akan kita peroleh apabila kita memelihara semut rangrang, di antaranya :
  1. Sebagai pengendali hama tanaman tertentu, sehingga anda tidak perlu membeli insektisida untuk membasmi kutu daun.
  2. Digunakan sebagian para pemancing dan nelayan sebagai umpan ikan
  3. Sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan ketrampilan burung berkicau
  4. Membantu penyerbukan jenis tanaman tertentu
  5. Dapat membantu menjaga kebun
Pemasaran
Menjual kroto tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Cukup datang ke kios penjual pakan burung kami yakin kroto anda akan terbeli. Karena sampai saat ini jumlah permintaan produk yang satu ini masih tinggi dan keberadaannya belum bisa digantikan oleh produk lain. Di samping itu juga para konsumen produk ini tergolong kelas menengah ke atas sehingga keberadaannya akan diburu berapapun harga yang di tawarkan.
Menjual kroto yang larva nya masih hidup lebih tinggi daripada kroto yang sudah dikeringkan. Akan tetapi larva kroto hidup hanya bisa disimpan hidup selama dua-tiga hari, ada juga yang menjual kroto yang dikeringkan oleh para pengumpul. Kroto kering ini bisa disimpan selama enam bulan, tetapi harga jualnya hanya setengah harga larva hidup. Jalur pemasaran biasanya para pengumpul kroto menjual krotonya ke pedagang, kemudain dari pedagang kroto ini akan dijual lagi ke pengecer kecil. Nah kalau mau untung besar maka jalur ini bisa kita perpendek dengan menjual kroto kita langsung ke pengecer. Keuntungannya adalah kroto cepat terdistribusi dan harganyapun lebih mahal.
Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Senin, 20 Februari 2012

TIMUN EMAS

TIMUN EMAS 

Mbok Sirni namanya, ia seorang janda yang menginginkan seorang anak agar dapat 
membantunya bekerja. Suatu hari ia didatangi oleh raksasa yang ingin memberi seorang 
anak dengan syarat apabila anak itu berusia enam tahun harus diserahkan ke 
raksasa itu untuk disantap. Mbok Sirnipun setuju. 
Raksasa memberinya biji mentimun agar ditanam dan 
dirawat. Setelah dua minggu diantara buah ketimun 
yang ditanamnya ada satu yang paling besar dan 
berkilau seperti emas. Kemudian Mbok Sirni 
membelah buah itu dengan hati-hati. Ternyata isinya 
seorang bayi cantik yang diberi nama Timun Emas.
Semakin hari Timun Emas tumbuh menjadi gadis jelita. Suatu hari datanglah raksasa 
untuk menagih janji. Mbok Sirni amat takut kehilangan Timun Emas, dia mengulur janji 
agar raksasa datang 2 tahun lagi, karena semakin dewasa, semakin enak untuk disantap, 
raksasa pun setuju. Mbok Sirnipun semakin sayang pada Timun Emas, setiap kali ia 
teringat akan janinya hatinyapun menjadi cemas dan sedih. 

                          Suatu malam Mbok Sirni bermimpi, agar anaknya 
                          selamat ia harus menemui petapa di Gunung Gundul. 
                          Paginya ia langsung pergi. Di Gunung Gundul ia bertemu 
                          seorang petapa yang memberinya 4 buah bungkusan 
                          kecil, yaitu biji mentimun, jarum, garam, dan terasi 
                          sebagai penangkal. Sesampainya di rumah diberikannya 
                          4 bungkusan tadi kepada Timun Emas, dan disuruhnya 
                          Timun Emas berdoa.
Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. Timun Emaspun disuruh keluar lewat 
pintu belakang oleh Mbok Sirni. Raksasapun mengejarnya. Timun Emaspun teringat akan 
bungkusannya, maka ditebarnya biji mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang 
mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun memakannya. Tapi buah timun itu malah 
menambah tenaga raksasa. Lalu Timun Emas menaburkan jarum, dalam sekejap tumbuhlah 
pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah 
raksasa terus mengejar. Timun Emaspun membuka bingkisan garam 

dan ditaburkannya. Seketika hutanpun menjadi lautan luas. 
Dengan kesakitan raksasa dapat melewatinya. Yang 
terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika 
terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, akhirnya 
raksasapun mati. "Terimakasih Tuhan, Engkau telah 
melindungi hambamu ini" Timun Emas mengucap syukur. 
Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sirni hidup bahagia dan 
damai.

                                

cerita maling kundang 2

leh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang 
menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan 
keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang 
yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih 
dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis 
untuk menjadi istrinya. 

                    Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah 
                    menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin 
                    Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah 
                    berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi 
                    ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke 
                    kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya 
melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah 
disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang 
banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui 
anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke 
pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang 
berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang 
sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang 
beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya 
melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia 
dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama 
tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. 

                         Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera 
                         melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga 
                         terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja 
                         mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada 
                         ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, 
                         karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan 
                         mengenakan baju compang-camping.                           "Wanita 

itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura 
mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. 
Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang 
sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya 
yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau 
benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin 
bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. 
Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya 
berbentuk menjadi sebuah batu karang. 

cerita maling kundang

MALIN KUNDANG 

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di 
pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri 
dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama 
Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga yang 
memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari 
nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang 
luas.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua 
bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung 
halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. 
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan 
memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung 
batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya 
dan tidak bisa hilang. 

Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting 
tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di 
negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah 
menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal 
dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. 

Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju 
dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang 
akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan 
perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. 
"Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau 
lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambil 
berlinang air mata. 

Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu 
Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu 
pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-
tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan 
para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar 
awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin 
Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika 
peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh 
kayu. 

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya 
terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju 
ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong 

ulang tahun

happy birth day algis